AKU SEDIH!

 Apa yang kamu lakukan ketika kamu sedih? 



Alhamdulillah, sudah hari kelima dari kegiatan ODOP yang aku ikuti. 


Rasa sedih adalah perasaan yang manusiawi bagi semua orang. Dari bayi hingga orang dewasa. Kaya atau miskin. Cerdas atau biasa saja. Semua memiliki perasaan sedih tak terkecuali. Kira-kira, bagaimana yaa rasanya jika seseorang diciptakan tanpa rasa sedih? 

Allah menciptakan segala sesuatu dengan hikmah-Nya. Akan selalu ada manfaat dari setiap apa yang Allah aturkan di dunia ini, baik pada diri manusia atau hal yang lainnya. Jadi, kita tidak boleh menyalahkan takdir ketika kita sedang bersedih, ya. Sebab, sama halnya dengan kita mencela Allah. Allah adalah Dzat Yang Maha Sempurna. Tidak pernah ada yang kurang dari apa yang Ia ciptakan. Tidak dzalim dan selalu Maha Adil. 

Perasaan sedih adalah perasaan yang tidak nyaman. Namun, tahukah kamu bahwa dalam Islam, Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam sudah membimbingkan sebuah amalan sunnah yang sebaiknya kita lakukan ketika ditimpa kesedihan. Doanya cukup panjang dan dalam doa tersebut sudah mengandung makna asma dan sifat Allah yang sempurna. 

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي

“Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Qur’an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku.”

Tak lupa ketika merasakan kesedihan mengucapkan istighfar. Bahkan pertama kali. Sebab, sejatinya, kesedihan yang menimpa kita itu disebabkan oleh dosa-dosa kita sendiri. 

Ketika kesedihan itu begitu amat sangat menyesakkan dan mendalam, hingga rasanya ingin menghilang saja dari dunia ini, maka sungguh hal itu tentu merupakan sesuatu yang mengerikan. Karena keadaan seperti ini adalah keadaan yang disukai oleh syaithon dan mereka bergembira atas kesedihan hamba yang mukmin. Jika sudah muncul pikiran-pikiran negatif ketika sedang bersedih, segera sadar dan bangkit, ya! Istighfar dan banyak berdzikir kepada Allah. 

Kenapa dzikir? Sebab dzikir adalah suatu perbuatan yang sangat sederhana, gratis, mudah di akses dan berhadiah surga. Siapa yang tidak ingin? 

Setelah mengembalikan segala masalah dan urusan kita kepada Allah Dzat Yang Menggenggam jiwa kita, maka menulis adalah hal yang paling menyenangkan nomor 2 untuk dilakukan ketika tengah bersedih. Atau melakukan hal-hal yang disukai, seperti jalan-jalan, melakukan hobi yang mubah dan tetap berusaha mengendalikan emosi yang mungkin tidak stabil agar menjadi lebih stabil. 

Memotivasi diri sendiri untuk tetap bangkit dan tidak terpuruk. Sebab, sedih ini tidak mungkin selamanya, sebagaimana bahagia pun tidak pernah abadi jika masih hidup di dunia yang fana ini. 

Wallaahu a'lam. 


Komentar

  1. Yes Kakkk, tapi kadang sulit memotivasi diri sendiri supaya tidak terpuruk yaa. Semangat Kakkk

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

INI PEKERJAAN IMPIANKU

5 APLIKASI WAJIB DI HP-KU!